Thursday, August 30, 2018

Tragis! Bocah 9 Tahun Bunuh Diri karena Dibully

Tragis! Bocah 9 Tahun Bunuh Diri karena Dibully

Ragam Detik - Tragis! Bocah 9 Tahun Bunuh Diri karena Dibully | Kisah tragis tentang korban bullying kembali muncul dari Amerika Serikat. Seorang anak berusia 9 tahun bunuh diri setelah dibully karena mengaku gay.

Baca Juga : Makanan yang Bisa Pulihkan Kerusakan Paru-paru Akibat Asap Rokok


Korban bernama Jamel Myles baru saja naik kelas 4, dan sering dibully karena dianggap lemah. Begitu para pembully mengetahui ia gay, tindakan yang dilakukan malah makin kejam dan parah.

"Anakku sudah dibully sejak tahun lalu. Pembully-nya semakin kasar setelah mengetahui anakku mengaku gay," ujar Leia Pierce, ibu Jamel, dikutip dari CNN.

Kematian Jamel dipastikan sebagai bunuh diri oleh otoritas setempat. Melalui keterangan tertulis, pihak sekolah mengaku sangat menyesal dengan kejadian yang menimpa Jamel.

Dalam pernyataannya, Shoemaker Elementary School menyebut dalam institusi pendidikan, semua orang berhak memperoleh pendidikan yang baik dan berkualitas, terlepas dari orientasi seksual dan identitas kelamin.

Sekolah juga berjanji akan mengusut tuntas kasus yang menimpa Jamel, dan memastikan semua anak merasa aman dan diterima di lingkungan sekolah.

"Prioritas kami saat ini adalah membantu seluruh siswa dan staf yang merasakan duka mendalam terkait kejadian tragis ini. Ke depannya, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah tragedi yang sama terulang," demikian bunyi pernyataan tersebut.


John Ackerman, pakar psikologi klinis dari Center for Suicide Prevention and Research, Nationwide Children's Hospital menyebut kejadian bunuh diri oleh anak-anak memang lebih rendah daripada remaja. Tetapi dari sisi psikologis, anak-anak justru lebih mudah untuk memutuskan bunuh diri daripada remaja.

"Impulsivitas berperan besar dalam pengambilan keputusan bunuh diri pada anak-anak. Remaja bisa memikirkan pro dan kontra sebelum memutuskan bunuh diri. Sementara anak-anak bisa langsung melakukannya ketika pikiran bunuh diri muncul," terang Ackerman.

Lisa Boesky, juga seorang psikolog klinis, menyebut pada orang dewasa, kecenderungan bunuh diri bisa terlihat dari gejala depresi. Pada anak-anak dan remaja, depresi justru tidak terlihat.

"Anak-anak dan remaja memiliki perubahan mood yang sangat cepat. Karena itu, kecenderungan bunuh dirinya bisa saja sulit terlihat," jelasnya.

Jika kamu sedang mengalami masalah bullying dan ingin bunuh diri karena sebab apapun, jangan ragu untuk membicarakannya dengan orang tua atau pihak sekolah.
Comments


EmoticonEmoticon